Kemarin, saya pulang dari kampus sekitar jam 8 malam karena harus mengikuti rapat kerja di himpunan. Saya naik angkot Cicaheum – Ciroyom dari jalan Sumur Bandung. Ketika angkot berhenti di perempatan Cihampelas, ada dua orang pengamen jalanan kecil menghampiri dan mencoba menghibur penumpang dengan lagu dan suara mereka yang seadanya.. ^^

Saat lampu merah berganti hijau, salah seorang pengamen cilik itu naik di pintu angkot untuk meminta uang seikhlasnya dari penumpang. Namun, saat itu tidak seorangpun yang memberinya uang. Ingin untung malah buntung, itulah peribahasa yang sesuai dengan anak pengamen tersebut. Sungguh malang, karena terburu-buru turun dari angkot ia terjatuh dari angkot, dan sepertinya kakinya masuk ke kolong angkot tersebut sehingga kakinya terlindas angkot yang saya tumpangi. Semua penumpang terperanjat dan merasa kasihan sehingga mereka melemapar sejumlah uang sebagai bentuk sumbangan. Kemudian angkot pun berlalu meninggalkan anak jalanan yang berusaha mencapai trotoar. Entah seberapa parah luka yang dia alami. Yang pasti, dia hanya bisa menunggu pasrah karena tidak mungkin mampu berobat ke rumah sakit yang jelas-jelas tidak akan melayani orang yang tidak memiliki uang seperti mereka. -_-
Inilah potret nyata salah satu sisi kota ini. Sungguh ironi memang, disaat pertumbuhan kota ini yang sedang membaik, masih banyak anak-anak yang harus bekerja keras di jalanan dengan berbagai resiko berat bersama mereka. Mereka juga anak bangsa ini. Tidak ada yang tahu, mungkin salah satu dari mereka memiliki potensi yang besar untuk dapat membawa bangsa ini menuju kejayaannya..


iya,…hemmm nampaknya emang kita selalu baru bereaksi setelah ada kejadian yang buruk..Tapi intinya sih memang bukan itu, saya setuju ma pendapatnya farid bahwa mungkin saja anak itu klo kita berikan kesempatan untuk sedikit lebih berkembang mungkin dia akan lebih berguna bagi bangsa ini daripada kita ( yang mungkin setiap harinya memilki profesi yang tidak jauh berbeda dengan dia, hanya saja kita memita-mintanya bukan di angkot dan bukan ama orang lain, tapi kita meminta-mintanya di rumah dan ke orang tua kita..hehehe..).Bukan maksud saya mengajak teman-teman untuk tidak lagi meminta uang ke orang tua, tapi saya hanya ingin mengingatkan teman-teman untuk lebih bisa menghargai dan memakai uang pemnerian ortu itu dengan lebih bijak dan tepat sasaran..Saya pernah membaca suatu hadist, yang inti isinya itu kira-kira seperti ini >> “klo mau iri, cobalah iri ke orang-orang yang bisa membelanjakan hartanya di jalan yang tepat dan mampu mengamalkan serta mengajarkan ilmu yang dimilikinya..”Ilmunya yang bermanfaat ya, cz klo tidak bermanfaat ntar takutnya kita dituntut di akherat ma orang yang kita ajari itu..hehe..
ternyata beneran bisa kejadian ya rid?
klo gw ktemu anak jalanan yang lagi ngamen di angkot dan duduk di pintu, gw slalu ngebayangin klo dia jatoh dan kelindes angkotnya… ternyata beneran kejadian
kasian anak kecilnya
anak-anak gak seharusnya kerja apalagi di tempa yang bahayanya gede kayak di pinggir jalan..
gw bingung sama orang-orang yang bisa dengan tega memperkerjakan anak-anak kecil yang seharusnya sekolah, setiap orang punya potensi dan sampai sekarang gw masih percaya kalo sekolah itu masih cara terbaik untuk menemukan dan mengembangkan potensi kita..
eh iya, satu lagi… ngasih uang ke anak kecil itu bukan penyelesaian tapi malah perpanjangan dari masalah… emang ada yang bisa jamin uang yang kita kasih itu bakal dipake buat anak kecil itu? bukannya nanti akhirnya masuk ke kantong preman-preman juga ya?
@totoh
bener juga toh,, mungkin selama ini saya juga kurang bijak dalam menggunakan uang pemberian dari orang tua.
@astri
emang bener. salah satu penyelesaian untuk mengurangi jumlah pengamen adalah dengan tidak memberi uang kepada mereka. Itu juga salah satu program pemerintah belom lama ini ko. Ato kalo mau ngasih ke pengamen, gimana kalo kita kasihnya makanan aja, kaya roti gitu. kan kadang alasan mereka untuk makan. Jadi kalo kita kasi makanan pasti ga akan dipake buat yang aneh2.. kalo kita ngasih uang kan bisa dipake judi, mabuk2an, dll..
tp kalo di sinetron2 itu ya kalo misalnya si anak krg setorannya bakal disiksa abis2an. kesian jg kan…
Kepada Yth:
Farid Mustaqim
di tempat.
Bersama ini saya mohon izin untuk dapat menggunakan gambar (anak – anak pemulung) yang saya kirimkan ini yang ada di web Mas Farid. Gambar tersebut akan saya gunakan sebagai salah satu obyek di poster yang akan saya buat dalam rangka festival poster yang diselenggarakan oleh Federasi Desain Grafis Indonesia (FDGI) dengan tema “SATU HATI MENCERDASKAN BANGSA” dimana maksud dan tujuannya adalah untuk menggerakkan hati masyarakat indonesia dalam rangka menggalang dana sosial bagi anak-anak putus sekolah di indonesia.
Saya akan sangat berterimakasih sekali apabila Mas Farid mengizinkan permohonan ini.
Demikian, terima kasih.
Kelik Asmoro
mas..
ijin ambil gambar nya ya..
saya gak tega melihat anak yang dipingir jalan mencari botol aqua mengamen di jalan raya tidur di kolong jembatan meningan saya asuh kepantai asuhan tolong ya kalau anda tau anak kecil atau anak besar diasuh dong dipantei asuhan kayak saya ? tengyu farimat mat mat mat mat mat mat ya mat mat mat mat !!!!!!!!!!!! mat ?!!!! ya?
sama, ijin ambil gambarnya ya…
Apakah ini yang dinamakan dunia? Apakah ini yang dinamakan negara kesatuan? Mana hati orang2 beralas kaki itu? MANA????!!!
Aku nggak ngerti apa maksud dunia ini. Dunia terlalu kejam! Apa orang-orang berdasi sudah tak mempunyai mata? hingga anak jalanan yang setiap harinya menghiasi jalan raya pun tak dilihatnya. Apakah orang-orang berdasi itu tak mempunyai hati? Hingga uang negara yang seharusnya ditujukan kepada anak jalanan ditilapnya? Katanya mereka pinter! Katanya mereka bijaksana! Katanya mereka akan mensejahterakan rakyat! Katanya mereka akan mengentaskan kemiskinan! Mana? Kami menunggu janji2 palsu itu!!!!
hmmm…..
bingung memang ketika kita harus menyikapi permasalahan seperti ini…
terkadang kita iba, kesal, marah, sayang, jengkel, kecewa, dan berharap. mungkin terjadi dalam satu waktu yang sama..
mungkinkah kita harus menggunakan teori Hitler..??? dengan mengumpulkan mereka, tembak mati mereka, lalu kubur mereka di satu lubang yang sama..?
kadang pemikiran itu terlintas…
tapi hanya orang gila yang memikirkan itu terus-menerus dan mencoba untuk merealisasikannya…
mereka juga manusia, mereka juga anak2, mereka juga warga negara, apa salah mereka..???????!!!!!
yang saya tau pasti kesalahan saya sekarang adalah ketika saya tidak dapat melakukan apapun yang berguna bagi mereka….
LEMAH…!!!!!
INDIVIDUALIS…!!!
EGOIS…!!!
semiga tuhan memberikan jalan bagi “kita”, “mereka”, untuk dapat bersama memperbaiki keadaan.
Di lihat dari gambar ini saya merasa kasiang, walaupun kami udah berpisah dari negara kesatuan Republik indonesia. Tapi sebagai Manusia merasa sedih, Kapan susah ini akan berakhir di muka bumi, Dari Deo di Dili, TImor-Leste
Sebenarnya kalau dilihat pendapatan mereka cukup besar juga 50.000/hari. Gimana mereka mau ikut klw kita hanya cukup menawarkan sekolah + uang jajan 5000/hari.