Kenaikan harga BBM ditanggapi dengan berbagai macam reaksi. Mulai dari demo mahasiswa, baik yang damai ataupun yang berakhir ricuh, kenaikan komoditas lainnya, aksi mogok makan, penyanderaan truk pengangkut BBM, dan masih banyak reaksi yang lainnya. Sebenarnya, bagaimana sih seharusnya reaksi kita dalam menghadapi kenaikan harga BBM ini.??
Sebelumnya, saya ingin mencoba mengulas sejauh pengetahuan saya. Ketika harga minyak dunia melambung dan membebani anggaran nasional karena membengkaknya subsidi BBM, pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM untuk mengurangi subsidi tersebut. Kenaikan ini memicu reaksi massa yang saat ini masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kehidupan mereka sebelumya sudah sulit, bagaimana jika ditambah dengan kenaikan harga BBM? Tentu akan semakin menyiksa mereka. Untuk mencoba mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan sebuah solusi, yaitu pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan ini ditujukan bagi warga miskin sebagai kompensasi kenaikan harga BBM tersebut. Namun, sejauh mana keefektifan solusi tersebut? Apakah penyerahan BLT tersebut telah tepat sasaran? Solusi seperti ini rawan sekali penggelapan data yang mengarah terhadap korupsi. Itulah yang dikhawatirkan banyak pihak, termasuk kaum mahasiswa.
Oleh karena itu, ratusan, atau bahkan ribuan mahasiswa turun ke jalan untuk memprotes kenaikan harga BBM. Mereka menuntut pemerintah menepati janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM, Aksi demonstrasi seperti ini tidak sedikit yang berakhir dengan keributan atau bentrokan dengan aparat kepolisian. Lalu timbul pertanyaan, apakah masih relevan saat ini memprotes keputusan pemerintah dengan jalan demonstrasi?
Saya ingin mengungkapkan pendapapt dari sudut pandang saya. Menurut saya, sebagai seorang mahasiswa, pemuda (juga di dalamnya mahasiswa) memiliki peranan yang cukup besar dalam menentukan perkembangan suatu bangsa. Banyak pemimpin besar yang memulai karirnya semenjak mereka muda, dan mereka sangat memandang pemnting peranan pemuda yang memiliki semangat dan kekuatan yang sangat tinggi. Banyak peristiwa besar, termasuk di negeri ini, tidak lepas dari peranan pemuda (mahasiswa). Gerakan Budi Utomo dan organisasi sebelum kemerdekaan lainnya, angkatan 45an, angkatan 66, peristiwa Malari, reformasi ‘98, dan berbagai kejadian penting lainnya yang melibatkan mahasiswa. Memang peranan mahasiswa di negeri ini sangatlah besar.
Namun menurut saya, saat ini disaat kemajuan dunia bergerak begitu cepat, tidakselamanya setiap masalah harus diselesaikan dengan cara berdemo. Mungkin akan lebih baik jika mahasiswa yang memiliki semangat dan kekuatan besar turut membantu menyelesaikan masalah dengan memberikan karya nyata yang langsung dapat diterapkan dalam masyarakat. Mahasiswa, disamping berdemo, tentu tidak melupakan statusnya sebagai akademisi untuk membuat karya-karya baru untuk membantu bangsa ini. Akan lebih baik ketika mereka berdemo menuntut kenaikan harga BBM, mahasiswa sambil menyodorkan sebuah solusi, misalkan sebuah sumber energi baru yang dapat menggantikan BBM. Atau mereka membuat sebuah pembangkit listrik tenaga sumber daya yang terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM untuk pembangkitan listrik. Dan tentunya masih banyak lagi karya yang saya yakin dapat dibuat oleh mahasiswa kita. Jadi, ketika mahasiswa berteriak-teriak menuntut turunnya harga BBM, mereka juga menawarkan solusi yang tidak hanya berupa usulan kepada pemerintah, tetapi juga karya nyata yang dapat langsung diterapkan dalam masyarakat.
Bagaimana pendapat anda???
akan lebih elegan kalo kita mnyikapi ini dengan ikut mencari solusi permasalahan BBM, namun juga penting melakukan political pressure ke pemerintah agar mereka lebih merasa kalo kita awasi kinerjanya …
benar jugam yanuar. Tapi bentuk political preassure tersebut tidak selamanya harus melalui cara turun ke jalan. Apalagi kalo sampe terjadi tindak anarkis. Dapat melalui dialog atau debat terbuka dengan orang yang berwenang di bidangnya..