PALAPA Teknik Elektro ITB 2005 telah mendekati akhir. Hampir semua pekerjaan telah selesai dikerjakan. Proyek yang realisasinya dimulai setahun yang lalu ini telah dapat menghasilkan listrik kurang lebih 3kW yang kemudian didistribusikan ke kurang lebih 93 rumah dari 3 kampung di Desa Jayamukti, Kabupaten Garut.
Selama satu tahun pelaksanaan PALAPA ini, belum pernah sekalipun saya pergi ke lokasi langsung karena berbagai hal dan alasan. Pernah saya mau ikut, tapi saya jatuh sakit. Atau bentrok dengan tugas dan ujian, pokoknya saya belum berkesempatan untuk berkontribusi membantu langsung di lapangan. Sampai akhirnya pada sekitar minggu ketiga bulan Desember, saya turut pergi ke Garut bersama teman-teman untuk membantu memasang idle pulley tambahan pada turbin dan generator yang digunakan. Kami pergi kesana bersama beberapa orang dari PT. Chevron yang juga menjadi sponsor kegiatan ini.
Perjalanan kesana cukup jauh, memakan waktu sekitar 5 jam dari Bandung sampai desa jayamukti. Desa jayamukti terletak di pedalaman Kab. Garut bagian selatan. Dari pusat kota Garut ke arah Bayongbong, kemudian tiba di Cikajang dan ambil arah jalan ke Pameungpeuk hingga pertigaan Ciparay. Walaupun harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, tapi saya bener-bener menikmati perjalanan ini. Panorama alam yang indah, Gunung Cikuray yang terlihat kerucut menjulang runcing ke langit, diselimuti awan tipis sekitarnya. Kebun teh yang hijau terhampar rapi, seakan permadani alam anugrah Tuhan. Hutan belantara yang masih asli dibelah aliran sungai yang jernih menuju laut selatan. Dan yang menurut saya paling mantap adalah saat kami melihat ombak pantai selatan dari puncak gunung yang kami lewati. Indah sekali melihat laut dari puncak gunung. Ini pengalaman pertama saya. Mobil kami berhenti di perkampungan yang memiliki jalan yang cukup besar, mobil tidak bisa masuk karena jalan ke kampung awilega tempat PALAPA hanya berupa jalan setapak. Jadi kami jalan sampe ke kampungnya.
- Gunung Cikuray
- Air Terjun
- Bunga mekar (photo taken by Abu Hanifah)
- Ada yang bisa liat laut di latar belakang?
Kampung Awilega bener-bener ada di tengah pedalaman <ga pedalaman2 banget c.. hehe.. Saya lebay dikit gapapa>. Tapi pemandangan disana bener-bener indah banget. sawah hijau, hutan yang masih asli, air terjun yang indah, sungai mengalir jernih, dan lainnya. Belum lagi sambutan hangat dari warga yang membuat kami serasa berada di rumah saudara. Kami tinggal disana selama seminggu, memperbaiki pembangkit, jalan menuju kesana, dan perkabelan ke rumah-rumah warga. Seminggu disana benar-benar tak terlupakan, banyak pengalaman dan pelajaran baru yang didapat kala itu.



